Published on 2014-05-13
Written by Perseonn Balthasaar
Zombie Apocalypse Antitheses

Bob didn't know what had happened last night. When he woke up, his house was in disarray. The housing complex where he lived was also in chaos. Not a single person was in sight.

Bob began to worry about his dear friend, Alice, who lived a few blocks away. After walking for a few minutes, he saw a very familiar figure moving slowly and unsteadily. Isn't that Chuck, Bob thought. He tapped Chuck's shoulder. Chuck turned his head. However, it was not the face Bob knew—it was Zombie Chuck.

Bob screamed and ran immediately. Zombie Chuck chased him. Bob sped up. Zombie Chuck matched his speed. Bob slowed down. Zombie Chuck still kept pace. Bob jumped over a short fence that separated the road. Zombie Chuck tried to do the same—but instead, he tripped, his legs came off, and he collapsed helplessly.

Bob let out a relieved laugh and continued his way to Alice's house.

The zombie apocalypse is one of the most popular end-of-the-world scenarios. Many discussions focus on the likelihood of such an event, survival strategies, and even the sale of anti-zombie survival kits costing tens of thousands of dollars. However, little is said about Bob’s discovery: that zombies can be defeated by simple road fences.

Here, we will discuss the antithesis of the zombie apocalypse—why a zombie epidemic wouldn’t last long.

Not All Terrain is Designed for Zombies

We all know that zombies are mindless corpses that move purely out of an instinct to feed. Now, take a look at the environment around you—many everyday obstacles can stop zombies without you lifting a finger.

In Bob’s case, the zombies were stopped by a simple road fence. Another easy example is ditches and gutters. If a zombie falls into a ditch, you could stand above and play darts without worrying about it climbing back up.

Additionally, without the stimulus of food, zombies wander aimlessly. In the wild, who knows how many zombies would walk straight into ravines, lakes, or even volcanic craters?

The result might be something like Cars.
The result might be something like Cars.

The Zombie Life Cycle Is Terrible for Survival

Humans need to eat to survive and reproduce to increase their numbers. Zombies, on the other hand, need to eat humans to survive—and they also rely on humans to spread their infection and grow in numbers.

The problem? Humans are the top predators in the food chain. Unlike other animals, humans have the ability to create weapons, hunt, and strategize for survival.

The idea of zombies trying to compete with humans for food and reproduction is like a human, armed with nothing but bare hands, trying to fight a T-Rex… that knows how to pilot an F-14.

Probability of winning: zero.
Probability of winning: zero.

Both Heat and Cold Are a No-Go

Zombies are the living dead. Discussions often focus too much on the living part and forget that corpses are still flesh — just like the meat you buy at the market. And that comes with a lot of problems.

First, their circulatory system doesn’t function, meaning they can easily freeze in cold temperatures. A zombie apocalypse in the northern and southern regions wouldn’t last much longer than it takes to freeze meat in a refrigerator.

Second, their sweat glands don’t work (have you ever seen a sweating corpse?), meaning their body temperature would remain high. This would cause them to dry out quickly in hot climates, essentially turning them into mummified husks.

Cold meat and hot meat.
Cold meat and hot meat.

So Zombies Are Just Meat...

If you often visit the supermarket, you’ve probably noticed that meat products are stored in low temperatures. Why? To prevent rotting and to keep flies away.

Flies.

These insects hate the cold — but what about zombies in warm, open spaces? Naturally, flies would swarm them. And the result? Well... it’s better if you skip this paragraph. But if you insist—fly eggs hatch, maggots start eating away at the flesh, and before long, zombies become nothing more than walking buffets for insects.

The creatures thought to bring the end of the world? Defeated by flies.

Our hero.
Our hero.

And Then, Nature Reacts...

Now we come to a rather uncomfortable topic. The human body is home to various putrefying bacteria, especially in the large intestine. The process of decomposition is anaerobic (it doesn’t require oxygen) and produces gas. Normally, this gas is released as farts, which requires control over rectal muscles.

Zombies, however, have no such control. That means gas will continue to build up inside them. Worse still, bacteria will start breaking down internal organs. If this gas isn’t released, the pressure inside the zombie’s body will rise — not to a simple toot; but to a full-blown BOOM!

Yes. Zombies exploding from violent flatulence.

Apocalypse cancelled.

For some obvious reason, I will not display this image.
For some obvious reason, I will not display this image.

Indonesian Version

Bob tidak tahu apa yang terjadi dalam malam kemarin. Saat ia bangun tidur, rumahnya sudah berantakan. Perumahan tempat ia tinggal juga berantakan. Tak ada sesosok bayanganpun yang terlihat. Bob mulai khawatir akan teman dekatnya, Alice, yang tinggal beberapa blok dari rumahnya.

Setelah berjalan selama beberapa menit, Bob melihat sosok yang amat ia kenal sedang berjalan sangat pelan dan terhuyung-huyung. Bukankah itu Chuck, pikir Bob. Bob menepuk pundak Chuck. Chuck menoleh. Namun, itu bukan wajah Chuck yang ia kenal. Itu Zombie Chuck. Bob berteriak dan langsung lari. Zombie Chuck mengejarnya. Bob mempercepat larinya. Zombie Chuck tetap pada kecepatannya. Bob memperlambat larinya. Zombie Chuck tetap pada kecepatannya. Bob melompati pagar pendek pembatas jalan. Zombie Chuck tersandung pagar pendek, kakinya copot, dan jatuh terjembab tak berkutik. Bob melepaskan tawa lega dan melanjutkan perjalanan ke rumah Alice.

Zombie apocalypse adalah salah satu skenario akhir dunia yang populer. Banyak hal yang berawal dari sini, mulai dari perdebatan kemungkinan kejadian, cara bertahan, hingga penjualan survival kit anti zombie yang harganya mencapai 5 digit dolar. Namun, tidak banyak pembicaraan tentang pengalaman Bob, yang menemukan bahwa zombie kalah dengan pagar pendek pembatas jalan. Di sini akan dibahas antitesis dari zombie apocalypse, yaitu bagaimana epidemi zombie tidak akan bertahan lama.

Semua topografi tidak dirancang untuk zombie
Kita semua tahu bahwa zombie adalah mayat hidup tanpa kecerdasan yang bergerak berdasarkan impuls untuk makan. Lihatlah lingkungan di sekitar Anda. Cukup banyak pengamanan yang dapat mencegah zombie tanpa Anda perlu berusaha. Dalam kasus Bob, zombie tersandung pagar pembatas jalan. Contoh mudah lain adalah parit dan selokan. Jika zombie telah masuk parit dalam, Anda bisa berdiri di atas parit dan main dart tanpa perlu khawatir mereka akan memanjat kembali. Sebagai tambahan, tanpa rangsangan makanan, zombie berjalan tanpa tujuan yang jelas. Jika dialam bebas, entah berapa banyak zombie yang berjalan langsung ke jurang, danau, atau kawah gunung berapi.

Siklus hidup zombie sangat buruk untuk bertahan

Manusia perlu makan untuk bertahan hidup dan melakukan reproduksi untuk menambah jumlah. Di sisi lain, zombie perlu makan manusia untuk dapat tetap berjalan, dan juga memerlukan manusia untuk menambah jumlah. Masalah besar disini adalah manusia merupakan predator puncak dalam piramida makanan. Ini karena manusia memiliki kemampuan untuk membuat senjata untuk berburu dan bertahan hidup. Analogi zombie berusaha melawan manusia untuk keperluan makan dan reproduksi sama dengan manusia bertangan kosong berusaha melawan T-Rex yang mengerti cara memakai F14.

Anda tak akan menang.
Anda tak akan menang.

Panas maupun dingin berbahaya untuk zombie

Zombie adalah mayat hidup. Seringkali diskusi terlalu fokus pada "mayat hidup" dan melupakan bahwa mayat adalah daging, sama halnya dengan daging yang dapat anda beli di pasar. Ada banyak permasalahan yang berawal dari sini. Pertama, sistem peredaran darah mereka tidak berjalan, yang berarti mereka dengan mudah dapat berhenti karena dingin. Secara otomatis, zombie apocalypse di wilayah utara dan selatan tidak akan bertahan lebih lama dari waktu seseorang membekukan daging di lemari es. Kedua, kelenjar keringat tidak berfungsi (tidak pernah ada mayat berkeringat, kan?), sehingga suhu tubuh mereka akan tetap naik yang berarti mereka akan cepat kering pada suhu panas.

Contoh daging beku dan daging panas
Contoh daging beku dan daging panas

Jadi zombie adalah daging...

Jika Anda sering ke supermarket, tentu anda melihat bahwa produk daging ada di tempat bersuhu rendah. Apa alasannya? Mencegah daging tersebut busuk dan juga mengusir lalat. Lalat. Serangga yang satu ini tidak menyukai suhu dingin. Bagaimana dengan zombie di ruang terbuka? Tentu saja akan dirubung lalat. Apa efek sampingnya? Diteluri lalat. Kemudian? Ada baiknya anda melewati paragraf ini karena tahap berikutnya adalah telur lalat menetas dan belatung memakan daging. Tentu saja ini artinya si zombie akan tercerai-berai karena menjadi mangsa lalat. Makhluk yang dianggap dapat menyebabkan akhir dunia dikalahkan oleh lalat.

Pahlawan kita.
Pahlawan kita.

Dan alampun bereaksi...

Sampailah kita di topik yang agak "mengganggu". Dalam tubuh manusia ada banyak jenis bakteri pembusuk yang tinggal di usus besar. Proses pembusukan adalah proses anaerobik (tidak memerlukan oksigen), dan mengeluarkan gas. Gas yang terkumpul di usus besar harus dikeluarkan dalam bentuk kentut. Kentut memerlukan kesadaran akan penggunaan otot rectum. Zombie, di sisi lain tidak memiliki kesadaran akan otot rectum sehingga gas tetap akan terkumpul di dalam usus besar. Lebih buruk lagi, bakteri akan mulai membusukkan organ dalam tubuh. Jika gas ini tidak dikeluarkan, maka tekanan dalam tubuh zombie akan menjadi tinggi dan bukan "DUT!" yang keluar, melainkan "DUAR!". Zombie meledak karena gas kentut.

Karena satu dan lain hal, kami tidak dapat menampilkan gambar ini.
Karena satu dan lain hal, kami tidak dapat menampilkan gambar ini.